Sabtu, 25 April 2015

Data penyakit kritis

Sudah bukan rahasia umum memang kalau penyakit jantung saat ini di Nobatkan  menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Menurut rilis yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO), 
 
Penyakit jantung atau yang biasa dikenal dengan istilah kedokteran, penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian manusia nomor satu di negara maju dan berkembang dengan menyumbang 30% atau sekitar 17 juta kasus dari seluruh kematian di dunia. 
Dari angka tersebut, diperkirakan 7,3 juta-nya disebabkan oleh penyakit jantung koroner.  Per April 2011 WHO memperkirakan, kematian akibat penyakit jantung, terutama jantung koroner di Indonesia mencapai 243.048 kasus, atau 17,05 persen dari total kematian di Indonesia.

Berbicara mengenai penyakit jantung, didapatkan fakta bahwa sepertinya pengidap penyakit jantung di Indonesia memang terus mengalami peningkatan tajam. Hal tersebut ditandai dengan jumlah pasien jantung di Indonesia yang semakin meningkat dari tahun-ketahun. 

Kementerian Kesehatan (Kemkes) juga mencatat, penyakit jantung merupakan salah satu kelompok penyakit tidak menular yang saat ini menjadi penyebab kematian tertinggi, dan menimbulkan beban ganda bagi masyarakat Indonesia.

Biaya pengobatan penyakit jantung memang tidak lah kecil, saat ini saja biaya perawatan jantung sudah meningkat 13% dari 5 tahun lalu. Penyakit seperti jantung ini bila dialami oleh masyarakat yang kurang mampu pasti akan sangat memberatkan ekonomi keluarga mereka. Maka dari itu, tidak heran bila sampai dengan sekarang penyakit jantung masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Indonesia.
Penyakit kritis adalah penyakit yang saat ini menjadi trend hal ini disebabkan karena pola hidup yang kurang sehat di era modern ini. Statistik baru yang dikeluarkan oleh American Association for Critical Illness Insurance, Penyakit Kritis merupakan resiko yang cukup tinggi dan ini akan sangat menguras biaya yang cukup tinggi, namun hal ini dapat diatasi dengan ASURANSI PENYAKIT KRITIS, dengan ASURANSI PENYAKIT KRITIS ini secara FINANCIAL akan terlindungi.

Menurut The National Critical Illness Risk Assessment Study, Semua orang cenderung akan mengalami penyakit kritis akibat pola hidup yang kurang sehat dan didukung dengan tingkat stress yang cukup tinggi sehingga akan memicu timbulnya beberapa penyakit. 
 
Disebutkan juga Seorang Pria yang berumur 25 tahun dan tidak merokok memiliki resiko 24% mengidap penyakit kritis seperti serangan jantung, kangker, stroke pada usia 65 tahun, dan ini akan meningkat menjadi sebesar 49% pada pria yang merokok.

Sedangkan untuk wanita yang tidak merokok adalah lebih rendah resikonya, akan tetapi bagi wanita yang merokok memiliki kesempatan menderita penyakit kritis 35%.

Sering kita tidak siap terhadap dampak dari penyakit kritis yang timbul khususnya terhadap financial, banyak orang mengalami kebangkrutan financial akibat penyakit kritis ini, kenapa? karena mereka akan kehilangan pekerjaan dan penghasilan sedangkan biaya pengobatan adalah sangat mahal.

Dari data diatas APAKAH ANDA MASIH MAU MENUNDA UNTUK BERASURANSI ? alangkah baiknya jika kita sejak dini sudah mempersiapkan biaya penyakit kritis seandainya penyakit kritis tersebut terjadi pada anda. Asuransi akan membayar anda pada saat pertama kali anda terdiagnosa terkena penyakit kritis, 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar